10 Daftar Alat Pengukur Tekanan Udara dan Fungsinya

10 Daftar Alat Pengukur Tekanan Udara dan Fungsinya

Daftar Isi:

5. Higrometer

Higrometer

Higrometer adalah alat pengukur kelembaban udara atau jumlah uap air yang terkandung di dalam udara. Higrometer biasa digunakan oleh ahli meteorologi untuk mempelajari hubungan antara suhu, tekanan dan kelembaban udara serta untuk memprediksi kondisi cuaca seperti hujan, embun, kabut dan lain-lain.

Higrometer juga memiliki beberapa jenis, antara lain:

a. Higrometer Rambut

Higrometer rambut adalah alat pengukur kelembaban udara yang menggunakan rambut manusia atau hewan sebagai sensor perubahan kelembaban udara. Prinsip kerjanya adalah ketika kelembaban udara meningkat, rambut akan memanjang karena menyerap uap air. Sebaliknya, ketika kelembaban udara menurun, rambut akan menyusut karena melepaskan uap air.

b. Higrometer Psikrometer

Higrometer psikrometer adalah alat pengukur kelembaban udara yang menggunakan dua termometer sebagai sensor perubahan kelembaban udara. Prinsip kerjanya adalah ketika salah satu termometer dibasahi dengan kain atau kapas yang direndam dalam air, maka termometer tersebut akan menunjukkan suhu yang lebih rendah dari termometer kering karena adanya penguapan air. Perbedaan suhu antara kedua termometer ini dapat digunakan untuk menghitung kelembaban udara.

c. Higrometer Elektronik

Higrometer elektronik adalah alat pengukur kelembaban udara yang menggunakan sensor elektronik untuk mengubah besaran kelembaban menjadi sinyal listrik. Sinyal listrik ini kemudian ditampilkan pada layar digital dalam satuan persen atau gram per meter kubik.

Baca juga:  Pentingnya Menggunakan Timbangan yang Tepat

Penulis

Picture of Erwin Widianto

Erwin Widianto

Saya adalah seorang penulis atau SEO Specialist yang meluangkan waktu dan bertukar pikiran melalui konten yang saya tulis di artikel ini.

Bagikan ke:

Tinggalkan Balasan